Dalam memori
Tuuttttt..tuuuttt…terdangar
nada sambung dari telepon genggamku yang sudah stay ditelingaku, “Halo hada”
terdengar suara dari seberang sana..suara sahabatku,, sahabat baikku, obrolan
singkatpun dimulai..
“bagaimana kabar k..”
“tahompa” (kata baik dalam bahasa bima)
Kami mengobrol cukup lama,
pembicaraan biasa tidak ada yang special, hanya saja sahabatku ini masih
membahas seseorang di masa laluku, senang rasanya bisa ngobrol lagi dengan dia
setelah sekian lama..
Ada orang yang sempat menjadi
pemeran utama dalam kisahku, dia bertahan selama empat tahun entah apa
alasannya selama tiga tahun terakhir dia tidak ada kabar..
Setiap kali ngobrol dengan
sahabatku ini aku selalu diingatkan akan masa lalu aku yang entah akan aku
kisahkan seperti apa..masa-masa yang cukup berat ditahun 2013..
Kecewa, sedih, marah semua
bercampur aduk di 2013, susah payah aku bangkit, dari kisah sedihku, mungkin
ini terlalu dramatis, tapi inilah kenyataannya..
Pernah disanjung begitu
tinggi,, pernah merasa dicintai begitu besar oleh sang kekasih, pernah diperhatikan
dengan perhatian yang luar biasa oleh sahabatku, dan dalam sekejap semuanya
hilang..
Cinta, kasih sayang, dan
kepeduliaan hilang…
Obrolan hari ini,, sangat
ringan namun ada hal berat yang aku rasakan, 3 tahun berlalu, semuanya berbeda,
aku bisa melewati hariku dengan baik..kadang ada saat dimana semua memori lama
kembali bermain dalam benakku, potongan-potongan cerita lama seolah bergantian
berputar dikepalaku..
Saat sahabatku mulai
hilang,,perlahan pergi dan melepas tanganku..
Syuhada yang dulu hanya bisa
bertanya “ ini salahku dimana?”
Meskipun aku terus bertanya
pada diriku, aku tidak juga menemukan jawaban yang tepat,,namun ada jawaban
yang aku buat sendiri..
“IKHLAS itu susah,,ALLAH
menghadirkan orang-orang baik dalam kisahku, namun aku larut, kadang tidak
sadar bahwa orang-orang ini sangat menyayangiku, peduli dan pernah menjadikan
aku sebagai prioritas mereka, dan ketika mereka tiba-tiba hilang, ada rasa
bersalah yang luar biasa hinggap dalam diri aku, ketika keadaan memaksa aku
untuk egois, mengharap tidak semua, hanya salah satu dari mereka ada disini,
ditempat ini sekedar menguatkan aku saat ada masalah, menyaksikan masalah
seperti apa yang aku hadapi, namun egois bukanlah hal yang benar..”
Allah selalu punya cara,
Allah selalu punya rencana, dan Allah tahu yang terbaik untuk setiap umatnya, mereka hanya titipan yang suatu saat pasti
akan pergi, dan Allah melatih aku untuk bisa melepas…
Waktu menyembuhkan lukaku,
waktu melapangkan hatiku yang tertekan,, waktu memberiku jawaban yang indah..dan
waktu mengajarkanku untuk IKHLAS.
Selalu ada ADI dalam hidupku,
meskipun dia hilang setelah 4 tahun menjalin hubungan aneh yang menghadirkan
perasaan yang luar biasa kuat,, dia sosok yang tidak pernah aku lihat, dia
seperti apa sampai detik ini tidak pernah aku tahu, hanya lewat suara,,dan
sms-sms,,itulah bagaimana kami berhubungan selama 4 tahun.
Masalaluku mempengaruhi
pikiranku, bahwa cinta itu benar namun tidak selamanya jujur,, cinta itu syah
namun tidak selamanya kekal…
Dan sahabatku tetaplah
sahabatku, meski sekarang semuanya berbeda dia tetaplah sahabat baikku yang
menghabiskan waktu cukup banyak denganku, terlepas dari semua khilafnya,
terlepas dari semua ketidaksadarannya,,dia tetaplah sahabatku..
Obrolan singkat malam ini
memang menghadirkan banyak slide yang bermain dalam benakku dan sedikit banyak
menggetarkan hatiku,, sadarku luka mungkin bisa sembuh, namun dia akan
meninggalkan bekas, dan bekas yang aku rasakan sekarang tidak membawa dendam,
hanya sebuah sensasi ringan yang mengingatkan aku, bahwa dulu pernah ada
NURYANI sahabat baikku dalam keseharianku, yang tidak bisa jauh lama-lama
dariku, meskipun sekarang dia tidak sama, dia sudah memiliki kehidupan baru,
bersama seorang sahabat baik menjadi guru dan mendidik banyak murid…sensasi itu
juga mengingatkanku bahwa dulu pernah ada ADIYATMAN SYAPUTRA yang pernah
menempati ruang dihati aku, yang juga sangat mencintai aku, meski belum pernah
sekalipun bertatap muka, bertukar senyum dan saling menguatkan dari jarak yang
dekat,,orang yang dengan susah payah aku lupakan.
Hikmahnya aku menjadi jauh
lebih kuat,, setelah cukup lama berusaha menahan tangis,, menahan sesak,,
menahan rasa kecewa, dan kehilangan..
Cinta itu benar..hanya saja
kadang tidak tepat,,,ceritaku bersama dia entah menjadi katagori cinta yang
seperti apa..yang aku tahu sekarang kisah itu hanya sebuah buku usang yang aku
simpan dalam memori kecil disudut hati aku..
Dan tentang
sahabatku,,sebenarnya tidak ada jenis dalam persahabatan namun kadang aku
bertanya “siapakah sahabat sejati itu..?” dan belum ada jawaban sampai
sekarang..
Salah itu adalah teman
baiknya manusia..kita hanya bisa berjalan dan memperbaiki salah kita, dan dulu
mungkin ada sebuah kesalahan yang aku perbuat yang tidak aku sadari J
Sekarang saatnya menatap hari
lebih baik…
ini dia sahabatku..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar