Kamis, 17 September 2015



Dalam memori

Tuuttttt..tuuuttt…terdangar nada sambung dari telepon genggamku yang sudah stay ditelingaku, “Halo hada” terdengar suara dari seberang sana..suara sahabatku,, sahabat baikku, obrolan singkatpun dimulai..
“bagaimana kabar k..”
“tahompa”  (kata baik dalam bahasa bima)
Kami mengobrol cukup lama, pembicaraan biasa tidak ada yang special, hanya saja sahabatku ini masih membahas seseorang di masa laluku, senang rasanya bisa ngobrol lagi dengan dia setelah sekian lama..
Ada orang yang sempat menjadi pemeran utama dalam kisahku, dia bertahan selama empat tahun entah apa alasannya selama tiga tahun terakhir dia tidak ada kabar..
Setiap kali ngobrol dengan sahabatku ini aku selalu diingatkan akan masa lalu aku yang entah akan aku kisahkan seperti apa..masa-masa yang cukup berat ditahun 2013..
Kecewa, sedih, marah semua bercampur aduk di 2013, susah payah aku bangkit, dari kisah sedihku, mungkin ini terlalu dramatis, tapi inilah kenyataannya..
Pernah disanjung begitu tinggi,, pernah merasa dicintai begitu besar oleh sang kekasih, pernah diperhatikan dengan perhatian yang luar biasa oleh sahabatku, dan dalam sekejap semuanya hilang..
Cinta, kasih sayang, dan kepeduliaan hilang…
Obrolan hari ini,, sangat ringan namun ada hal berat yang aku rasakan, 3 tahun berlalu, semuanya berbeda, aku bisa melewati hariku dengan baik..kadang ada saat dimana semua memori lama kembali bermain dalam benakku, potongan-potongan cerita lama seolah bergantian berputar dikepalaku..
Saat sahabatku mulai hilang,,perlahan pergi dan melepas tanganku..
Syuhada yang dulu hanya bisa bertanya “ ini salahku dimana?”
Meskipun aku terus bertanya pada diriku, aku tidak juga menemukan jawaban yang tepat,,namun ada jawaban yang aku buat sendiri..
“IKHLAS itu susah,,ALLAH menghadirkan orang-orang baik dalam kisahku, namun aku larut, kadang tidak sadar bahwa orang-orang ini sangat menyayangiku, peduli dan pernah menjadikan aku sebagai prioritas mereka, dan ketika mereka tiba-tiba hilang, ada rasa bersalah yang luar biasa hinggap dalam diri aku, ketika keadaan memaksa aku untuk egois, mengharap tidak semua, hanya salah satu dari mereka ada disini, ditempat ini sekedar menguatkan aku saat ada masalah, menyaksikan masalah seperti apa yang aku hadapi, namun egois bukanlah hal yang benar..”
Allah selalu punya cara, Allah selalu punya rencana, dan Allah tahu yang terbaik untuk  setiap umatnya,  mereka hanya titipan yang suatu saat pasti akan pergi, dan Allah melatih aku untuk bisa melepas…
Waktu menyembuhkan lukaku, waktu melapangkan hatiku yang tertekan,, waktu memberiku jawaban yang indah..dan waktu mengajarkanku untuk IKHLAS.
Selalu ada ADI dalam hidupku, meskipun dia hilang setelah 4 tahun menjalin hubungan aneh yang menghadirkan perasaan yang luar biasa kuat,, dia sosok yang tidak pernah aku lihat, dia seperti apa sampai detik ini tidak pernah aku tahu, hanya lewat suara,,dan sms-sms,,itulah bagaimana kami berhubungan selama 4 tahun.
Masalaluku mempengaruhi pikiranku, bahwa cinta itu benar namun tidak selamanya jujur,, cinta itu syah namun tidak selamanya kekal…
Dan sahabatku tetaplah sahabatku, meski sekarang semuanya berbeda dia tetaplah sahabat baikku yang menghabiskan waktu cukup banyak denganku, terlepas dari semua khilafnya, terlepas dari semua ketidaksadarannya,,dia tetaplah sahabatku..
Obrolan singkat malam ini memang menghadirkan banyak slide yang bermain dalam benakku dan sedikit banyak menggetarkan hatiku,, sadarku luka mungkin bisa sembuh, namun dia akan meninggalkan bekas, dan bekas yang aku rasakan sekarang tidak membawa dendam, hanya sebuah sensasi ringan yang mengingatkan aku, bahwa dulu pernah ada NURYANI sahabat baikku dalam keseharianku, yang tidak bisa jauh lama-lama dariku, meskipun sekarang dia tidak sama, dia sudah memiliki kehidupan baru, bersama seorang sahabat baik menjadi guru dan mendidik banyak murid…sensasi itu juga mengingatkanku bahwa dulu pernah ada ADIYATMAN SYAPUTRA yang pernah menempati ruang dihati aku, yang juga sangat mencintai aku, meski belum pernah sekalipun bertatap muka, bertukar senyum dan saling menguatkan dari jarak yang dekat,,orang yang dengan susah payah aku lupakan.
Hikmahnya aku menjadi jauh lebih kuat,, setelah cukup lama berusaha menahan tangis,, menahan sesak,, menahan rasa kecewa, dan kehilangan..
Cinta itu benar..hanya saja kadang tidak tepat,,,ceritaku bersama dia entah menjadi katagori cinta yang seperti apa..yang aku tahu sekarang kisah itu hanya sebuah buku usang yang aku simpan dalam memori kecil disudut hati aku..
Dan tentang sahabatku,,sebenarnya tidak ada jenis dalam persahabatan namun kadang aku bertanya “siapakah sahabat sejati itu..?” dan belum ada jawaban sampai sekarang..
Salah itu adalah teman baiknya manusia..kita hanya bisa berjalan dan memperbaiki salah kita, dan dulu mungkin ada sebuah kesalahan yang aku perbuat yang tidak aku sadari J
Sekarang saatnya menatap hari lebih baik…


 ini dia sahabatku..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar